Kamis, 15 Mei 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

1. Definisi dan dasar pengambilan keputusan

Definisi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

dasar-dasar  pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
2. Pengalaman
3. Fakta
4. Wewenang
5. Logika/Rasional

2. jenis-jenis keputusan organisasi

Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
·         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
·         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

3. faktor- faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1.       hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
2.      setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.      setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4.      jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
5.      pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6.      pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
7.      diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8.     setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9.      setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.

4. implikasi manajerial



Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.

referensi:
Pengambilan Keputusan, Dr. Lantip Diat Prasojo
Upaya Pengambilan Keputusan yang Tepat, Sumaryanto
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

Rabu, 16 April 2014

KEPEMIMPINAN




1.      Arti Penting Kepemimpinan?

Arti kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (kartono, 2003) adalah kegiatan yang mempengaruhi orng lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut. Sedangkan menurut Young (kartono, 2003) yaitu bentuk dominasi yang didasai atas kemampuan pribadi yang mampu mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu. Jadi secara umum kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

2.      Tipologi Kepemimpinan?

Topologi Kepemimpinan dalam era reformasi diwarnai dengan perubahan – perubahan yang menuju kearah perbaikan. Maka seseorang pemimpin organisasi harus memiliki dasar – dasar keiapan misalnya: siap beradaptasi, fleksibelitas dan berinteraksi dengan orang – orang yang berbeda asal negara, berfikir positif, dll.

3.      Faktor – faktor yang mempengaruhi kepemimpinan?

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan dalam mempengaruhi menuju tujuan tertentu memiliki faktor yaitu: dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia , situasi waktu dan keadaan kelompok.

4.      Implikasi manajerial kepeimpinan dalam organisasi?

Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karena adanya proses yang direncanakan contohnya jika suatu kepala sekolah yang baik pasti akan mengangkat nama baik tersebut tapi sebaliknya jika kepala sekolah tersebut kurang baik akan memberikan efek yang kurang baik juga terhadap staf – stafnya.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
Kartono, 2003
http://id.scribd.com/doc/180351455/TIPOLOGI-KEPEMIMPINAN-DALAM-ERA-REFORMASI-docx

Senin, 17 Maret 2014

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

1.      Pengertian dan arti penting Komunikasi

Menurut Dance dan Larson (1976) mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan, namun tidaklah praktis ataupun memungkinkan untuk membahas semua difinisi tersebut. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi:
ü  Penciptaan pesan atau lebih tepatnya penciptaan pertunjukan (display).
ü  Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukan.
2.      Jenis dan Proses Komunikasi

 Jenis Komunikasi terdiri dari beberapa bagian yaitu:
ü  Pengirim
ü  Encoding
ü  Jenis Media: Tatap Muka, Telepon, Pertemuan, dll.

Sedangkan Proses Komunikasi yaitu:
ü  Penerima
ü  Decoding
ü  Umpan Balik
ü  Gangguan, gangguan meliputi: Tulisan tangan tidak terbaca, Keburukan logat, Statistik yang tidak akurat, dll.
3.      Komunikasi Efektif

Yang dimaksud dengan Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang disampaikan oleh para pemberi informasi dapat diterima dengan baik leh para pendengar. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengupayakan proses komunikasi yang efektif:
ü  Careful Timing
ü  Feddback
ü  Redundancy
ü  Face to face communication
ü  Reinforcing words with action
ü  Dll.

4.      Implikasi Manajerial

Pengertian Impilkasi Manajerial menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah berawal dari kata Implikasi berarti akibat. Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu: 
ü  Implikasi Kebijakan
ü  Implikasi Prosedural


Referensi / Sumber:
o   Buku Komunikasi Organisasi, Penulis R. Wayne Pace dan Don F. Faules. Penerbit Remaja Rosdakarya Offset Bandung.
o http://www.e-bookspdf.org/view/aHR0cDovL2RoaW1hc2thc2VwLmZpbGVzLndvcmRwcmVzcy5jb20vMjAwOC8wMy8wOS1rb211bmlrYXNpLnBkZg==/S29tdW5pa2FzaQ==
o   http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/komunikasi-efektif-implikasi-manajerial/

Kamis, 23 Januari 2014

Teori Kepemimpinan


Kepemimpinan mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang atau perspektif-perspektif dari para peneliti yang bersangkutan. Menurut (R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik) Kepemimpinan adalah sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan.

Menurut (Jacobs dan Jacques) kepemimpinan adalah proses memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran, sedangkan secara umum definisi dari Kepemimpinan adalah :

* Hubungan kekuatan/kekuasaan
* Sarana pencapaian tujuan
* Hasil dari interaksi
* Tindakan dan perilaku
* Titik sentral proses kegiatan kelompok
* Peranan yang dipolakan
* Inisiasi struktur
* Seni untuk menciptakan kesesuaian paham
* Bentuk persuasi dan inspirasi
* Kepribadian yang mempunyai pengaruh

Dalam keluarga saya menganut teori kepemimpinan Demokrasi tetapi tetap memiliki ketegasan dalam menentukan sesuatu hal. kebaikan dalam teori ini adalah adanya keterbukaan antara para anggota keluarganya sedangkan kelemahannya adalah adanya anggota keluarga yang tidak saling keterbukaan jika mengalami sesuatu masalah 

Kamis, 09 Januari 2014

Teknik Pengambilan Keputusan dan Proses Pengambilan Keputusan

Teknik Pengambilan Keputsan terdiri dari 3, yaitu :

1. Synectics

Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.

2. Teknik Partisipatif

Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

3. Teknik Modern
  1. Teknik Delphi
  2. Teknik Kelompok Nominal

Proses Pengambilan Keputusan terdiri dari 3, yaitu :

  1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah.
  2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci.
  3. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

Perbedaan Antara Wewenang, Kekuasaan & Pengaruh

Wewenang
 Pengertian dari wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu. 
terdapat 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
  1. Formal yang artinya bahwa wewenang dianugerahkan karena seseorang diberi atau diwarisi hal tersebut.
  2. Penerimaan yang artinya bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
 Kekuasaan 

  Pengertian dari kekeuasaan menurut Dahl (1957) menyatakan bahwa ”A memiliki kekuasaan atas B sehingga A dapat meminta B melakukan sesuatu yang tanpa kekuasaan A tersebut tidak akan dilakukan B”. Definisi ini menyempitkan konsep kekuasaan, juga menuntut seseorang untuk mengenali jenis-jenis perilaku khusus. Sedangkan menurut Boulding (1989) mengemukakan gagasan kekuasaan dalam arti luas, sampai tingkat mana dan bagaimana kita memperoleh yang kita inginkan. Bila hal ini diterapkan pada lingkungan organisasi, ini adalah masalah penentuan di seputar bagaimana organisasi memperoleh apa yang dinginkan dan bagaimana para pemberi adil dalam organisasi itu memperoleh apa yang mereka inginkan. Kita memandang kekuasaan sebagai kemampuan perorangan atau kelompok untuk mempengaruhi, memberi perintah dan mengendalikan hasil-hasil organisas.


Perngaruh

   Pengertian dari Pengaruh menurut Norman Barry adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya. sedangkan menurut Uwe Becker  adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.



Kamis, 14 November 2013

Teori Konflik Organisasi

Teori Konflik Organisasi

     Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
       Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.

     Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
    Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

    Sedangkan teori organisasi itu sendiri adalah konflik yang dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi disisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik ( Robin 1996: 431)