Senin, 30 Juni 2014

Bekerja Sama Dalam Team (Kelompok) atau Team Work

Team work adalah "pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa rekan dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan".
Dalam lingkungan bisnis teknik akuntansi dapat digunakan untuk memberikan ukuran finansial manfaat dari kerja sama tim yang berguna untuk membenarkan konsep. Teamwork semakin dianjurkan oleh pembuat kebijakan perawatan kesehatan sebagai sarana menjamin kualitas dan keamanan dalam pengiriman jasa; sebuah komite dari Institute of Medicine merekomendasikan pada tahun 2000 bahwa program keselamatan pasien "mendirikan program pelatihan tim interdisipliner bagi penyedia yang menggabungkan metode terbukti pelatihan tim, seperti simulasi."
                                                                                                                       
1.      Pengertian dan Karakteristik Kelompok
·      Pengertian Kelompok
Kelompok dapat diartikan sejumlah orang yg terlibat dalam interaksi pada suatu pertemuan tatap muka, di mana setiap anggota mendapat kesan yg jelas, sehingga seseorang baik di saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya dpt memberikan tanggapan kepada yang lainnya.
Menurut ADLER & RODMAN, Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok yaitu: interaksi, waktu, ukuran, tujuan.
·      Karakteristik Kelompok
Karakteristik Kelompok (Sorsyth, 1979), yaitu:
- Interaksi → Fisik, verbal, nonverbal, emosional
- Struktur → Pola hubungan yang stabil diantara anggota
- Role yang telah diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
- Norma : Aturan yang mengidentifikasi atau mendeskripsikan perilaku yang tepat
- Relasi antar anggota
·      Tujuan
- Intrinsik (tujuan bersama):
a. Faktor pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
b. Memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
·      Groupness → entitavity (kesatuan) : Tingkat dimana kesatuan kekuatan
tunggal menyatu
·      Ketergantungan Dinamis
2.      Tahapan Pembentukan Kelompok
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
·      Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
·      Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
·      Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
·      Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
·      Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
3.      Kekuatan Team Work
Kerja sama dilakukan oleh sebuah tim lebih efektif daripada kerja secara individual. Menurut West (2002), Telah banyak riset membuktikan bahwa kerja sama secara berkelompok mengarah pada efisiensi dan efektivitas yang lebih baik. Hal ini sangat berbeda dengan kerja yang dilaksanakan oleh perorangan.
Setiap tim maupun individu sangat berhubungan erat dengan kerja sama yang dibangun dengan kesadaran pencapaian prestasi dan kinerja. Dalam kerja sama akan muncul berbagai penyelesaian yang secara individu tidak terselesaikan. Keunggulan yang dapat diandalkan dalam kerja sama pada kerja tim adalah munculnya berbagai penyelesaian secara sinergi dari berbagai individu yang tergabung dalam kerja tim. 
Kontribusi tiap-tiap individu dapat menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu dikatakan bekerja sama jika upaya-upaya dari setiap individu tersebut secara sistematis terintegrasi untuk mencapai tujuan bersama. Dalam mencapai tujuan bersama, kerja sama memberikan manfaat yang besar bagi kerja tim. Biasanya organisasi berbasis kerja tim memiliki struktur yang ramping. Oleh sebab itu, organisasi akan bisa merespons dengan cepat dan efektif lingkungan yang cepat berubah.
v  Secara umum, untuk membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :
·      Jangan bersikap individualistis. 
·      Berikan kontribusi.
·      Bersikap fleksibel .
·      Komunikasi. 
·      Komitmen.
·      Kepercayaan dan Saling Menghargai. 
·      Patuhilah Pemimpin. 
4.      Implikasi Manajerial
Dalam kamus besar bahasa Indonesia implikasi mempunya arti yaitu akibat.kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek salah satu aspek yang akan saya bahas kali ini implikasi manajerial. Dalam manajemen sendiri terdapat 2 implikasi yaitu :
·      Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
·      implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Jadi implikasi manajerial memiliki arti Proses Pengambilan Keputusan Partisipatif Dalam Organisasi manajerial yang baik.
v  Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
·      Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
·      Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
·      Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
·      Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
·      Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Sumber            :
  http://id.wikipedia.org/wiki/Implikasi 

Kamis, 15 Mei 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

1. Definisi dan dasar pengambilan keputusan

Definisi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

dasar-dasar  pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
2. Pengalaman
3. Fakta
4. Wewenang
5. Logika/Rasional

2. jenis-jenis keputusan organisasi

Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
·         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
·         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

3. faktor- faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
1.       hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
2.      setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3.      setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4.      jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
5.      pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6.      pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
7.      diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8.     setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9.      setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.

4. implikasi manajerial



Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.

referensi:
Pengambilan Keputusan, Dr. Lantip Diat Prasojo
Upaya Pengambilan Keputusan yang Tepat, Sumaryanto
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

Rabu, 16 April 2014

KEPEMIMPINAN




1.      Arti Penting Kepemimpinan?

Arti kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (kartono, 2003) adalah kegiatan yang mempengaruhi orng lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut. Sedangkan menurut Young (kartono, 2003) yaitu bentuk dominasi yang didasai atas kemampuan pribadi yang mampu mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu. Jadi secara umum kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

2.      Tipologi Kepemimpinan?

Topologi Kepemimpinan dalam era reformasi diwarnai dengan perubahan – perubahan yang menuju kearah perbaikan. Maka seseorang pemimpin organisasi harus memiliki dasar – dasar keiapan misalnya: siap beradaptasi, fleksibelitas dan berinteraksi dengan orang – orang yang berbeda asal negara, berfikir positif, dll.

3.      Faktor – faktor yang mempengaruhi kepemimpinan?

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan dalam mempengaruhi menuju tujuan tertentu memiliki faktor yaitu: dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia , situasi waktu dan keadaan kelompok.

4.      Implikasi manajerial kepeimpinan dalam organisasi?

Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karena adanya proses yang direncanakan contohnya jika suatu kepala sekolah yang baik pasti akan mengangkat nama baik tersebut tapi sebaliknya jika kepala sekolah tersebut kurang baik akan memberikan efek yang kurang baik juga terhadap staf – stafnya.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
Kartono, 2003
http://id.scribd.com/doc/180351455/TIPOLOGI-KEPEMIMPINAN-DALAM-ERA-REFORMASI-docx

Senin, 17 Maret 2014

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

1.      Pengertian dan arti penting Komunikasi

Menurut Dance dan Larson (1976) mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan, namun tidaklah praktis ataupun memungkinkan untuk membahas semua difinisi tersebut. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi:
ü  Penciptaan pesan atau lebih tepatnya penciptaan pertunjukan (display).
ü  Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukan.
2.      Jenis dan Proses Komunikasi

 Jenis Komunikasi terdiri dari beberapa bagian yaitu:
ü  Pengirim
ü  Encoding
ü  Jenis Media: Tatap Muka, Telepon, Pertemuan, dll.

Sedangkan Proses Komunikasi yaitu:
ü  Penerima
ü  Decoding
ü  Umpan Balik
ü  Gangguan, gangguan meliputi: Tulisan tangan tidak terbaca, Keburukan logat, Statistik yang tidak akurat, dll.
3.      Komunikasi Efektif

Yang dimaksud dengan Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang disampaikan oleh para pemberi informasi dapat diterima dengan baik leh para pendengar. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengupayakan proses komunikasi yang efektif:
ü  Careful Timing
ü  Feddback
ü  Redundancy
ü  Face to face communication
ü  Reinforcing words with action
ü  Dll.

4.      Implikasi Manajerial

Pengertian Impilkasi Manajerial menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah berawal dari kata Implikasi berarti akibat. Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu: 
ü  Implikasi Kebijakan
ü  Implikasi Prosedural


Referensi / Sumber:
o   Buku Komunikasi Organisasi, Penulis R. Wayne Pace dan Don F. Faules. Penerbit Remaja Rosdakarya Offset Bandung.
o http://www.e-bookspdf.org/view/aHR0cDovL2RoaW1hc2thc2VwLmZpbGVzLndvcmRwcmVzcy5jb20vMjAwOC8wMy8wOS1rb211bmlrYXNpLnBkZg==/S29tdW5pa2FzaQ==
o   http://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/komunikasi-efektif-implikasi-manajerial/