Kamis, 14 November 2013

Teori Konflik Organisasi

Teori Konflik Organisasi

     Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
       Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.

     Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
    Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

    Sedangkan teori organisasi itu sendiri adalah konflik yang dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi disisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik ( Robin 1996: 431) 

Selasa, 22 Oktober 2013

Organisasi



Pengertian organisasi adalah sekelompok orang atau sebuah susunan dari berbagai macam – macam kelompok yang saling berbeda yang dipersatukan dalam satu tujuan yang sama. Di dalam berorganisasi kita dapat menambah banyak teman dan mengetahui berbagai masalah yang ada di lingkungan sekitar kita.

Ciri – ciri organisasi :
-          Memiliki tujuan & sasaran yang sama
-          Memiliki kerjasama dalam menggapai tujuan & sasaran bersama
-          Dapat mengkoordinir tugas & wewenang yang di sepakati

Teori organisasi :
Teori organisasi bertujuan untuk membantu masyarakat dalam berorganisasi di lingkungan rumah, sekolah, pemerintah dan dilingkungan lainnya. Teori organisasi sangat membantu terutama bagi para siswa dan mahasiswa di dalam lingkungan sekolah maupun kampus. Contoh berorganisasi di bagian siswa adalah osis, sedangkan di bagian mahasiswa yaitu badan eksekutif mahasiswa, serta UKM di lingkungan kampus.

Pengalaman berorganisasi:
Pengalaman berorganisasi saya adalah pada waktu saya kelas 10 atau kelas 1 sekolah menengah kejuruan di salah satu sekolah negeri yang berada di daerah Jakarta selatan. Pada waktu saya di terima menjadi anggota osis, saya mendapat tanggung jawab di bagian pendahuluan Bela Negara, dengan mengkoordinir bagian upacara hari senin, upacara di hari – hari besar dan melakukan razia – razia di lingkungan sekolah. Dengan menjadi salah satu anggota osis di sekolah dahulu, saya mendapat banyak teman dan dekat dengan para guru – guru di lingkungan sekolah saya tersebut. Dengan berorganisasi kita mendapat pengetahuan dan wawasan tambahan secara informal.

Senin, 08 Juli 2013

Manusia dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan

Manusia memiliki dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Penderitaan itu sendiri berasal dari kata derita, sedangkan kata derita berasal dari bahasa sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Jadi derita itu adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenagkan.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Penderitaan itu berbeda – beda ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu yang menentukan berat atau tidaknya penderitaan tersebut. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai yang dia inginkan.

Penderitaan pasti akan dialami oleh semua umat manusia, karena hal itu sudah merupakan jalan hidup yang sudah di takdirkan kepada semua umat manusia. Allah SWT memberikan kesenangan dan Kebahagian kepada umatnya, tetapi juga memberikan cobaan atau kesedihan yang bermakna agar kita tidak melupakan Allah SWT yang telah menciptakan dan memberikan semua kenikmatan, rizeki, dan lain – lainnya dan untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus diperbaiki.

Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan dapat berpengaruh terhadap dalam diri maupun luarnya. Diantaranya:

1.      Sikap Positif
Dalam sikap positif adalah dapat bersikap optimis dalam mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan saja, dibalik penderitaan pasti akan ada hikmah sesudahnya.

2.      Sikap Negatif
Dalam sikap ini adalah sikap penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, dan cenderung ingin bunuh diri karena biasanya orang yang seperti ini hanya befikiran penderitaan yang tidak ada habisnya dan tidak mengambil hikmah dari penderitaan tersebut.

Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang yang dimaksud adalah mental. Seseorang akan semakin berkualitas jika orang tersebut memiliki mental yang baik sebaliknya jika orang tersebut tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebuat akan mengalami hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing penderitaan. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.


Manusia dan Keadilan

Manusia dan Keadilan

Keadilan itu sendiri memiliki beragam arti, menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia, kelayakan di artikan sebagai titik tengah kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ini menyangkut dua orang atau benda, bila kedua orang atau benda tersebut mempunyai kesamaan dan ukuran yang sama maka masing – masing orang akan menerima bagian yang sama, jika tidak sama maka orang tersebut tidak akan menerima bagian yang tidak sama.

Menurut Plato keadilan adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya, sedangkan menurut Kong Hu Cu bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, dan masing – masing telah melakukan tugasnya atau kewajibannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak – hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adala keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


Berbagai Macam Keadilan

1.       Keadilan Moral
Menurut Plato keadilan dan hukum adalah substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil, setiap masyarakat yang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya.

2.      Keadilan Komutatif
Menurut Aristoteles pengertian keadilan Komutatif ini adalah asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat. Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.

3.      Keadilan Distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan ini akan terlaksana jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal – hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama.